A-10 Thunderbolt II
A-10 Thunderbolt II adalah pesawat jet tempur berkursi tunggal dan bermesin ganda yang memiliki spesialisasi sebagai pesawat tempur dukungan udara yang sudah dibuat pada awal 1970. Pesawat ini diproduksi oleh pabrikan pesawat Fairchild Republic, perusahaan yang didirikan pada tahun 1925 dan beberapa kali berpindah pemilik. Terakhir kali perusahaan ini dibeli oleh sebuah industri pertahanan Israel, Elbit Systems.
(SEJARAH)
Sebelum kemunculan A-10 Thunderbolt II, Angkatan Udara AS sempat dikritik karena dianggap tidak serius menyediakan pesawat tempur khusus dukungan udara bagi pasukan di darat. Dalam Perang Vietnam, banyak pesawat tempur AS yang berjatuhan saat digunakan untuk melakukan serangan dalam pertempuran darat. Pesawat-pesawat itu dengan mudah dihancurkan dengan tembakan persenjataan ringan. Helikopter tempur seperti Bell UH-1 Iroquois dan AH-1 Cobra ternyata tidak cocok untuk menghadapi kendaraan lapis baja musuh. Kedua helikopter tersebut hanya dilengkapi senapan mesin anti personel dan roket dengan target jarak dekat. Sedangkan jet tempur supersonik seperti F-100 Super Sabre, F-105 Thunderchief, dan F-4 Phantom II memiliki kelajuan terbang yang terlalu cepat sehingga awak pesawat tidak bisa menembak target permukaan dengan akurat juga tidak leluasa melakukan manuver pada pertempuran darat. Satu-satunya pesawat tempur dukungan udara yang dianggap efektif pada masa itu adalah A-1 Skyraider, namun dianggap sebagai penempur udara yang sudah usang.
Pada tahun 1966, Angkatan Udara AS membentuk Program A-X (Attack Experimental) yang dipimpin oleh Kolonel Avery Kay. Pada tanggal 6 Maret 1967, Angkatan Udara meminta kepada 21 perusahaan industri pertahanan untuk terlibat pada Program A-X ini. Tujuan dari program ini adalah melakukan studi untuk mendapatkan desain pesawat tempur serangan permukaan yang berbiaya murah.
Selanjutnya pada tahun 1969, Angkatan Udara AS meminta Pierre Sprey untuk membuat rincian usulan Program A-X. Sprey melakukan diskusi dengan para pilot pesawat tempur A-1 Skyraider yang bertugas pada Perang Vietnam. Dari diskusi ini didapatkan kesimpulan bahwa yang mereka butuhkan adalah sebuah pesawat tempur yang mampu bermanuver dalam waktu lama di arena pertempuran, berkecepatan rendah, memiliki meriam otomatis dengan daya tembak kuat, dan mampu bertahan dari balasan serangan musuh di darat. Selain itu, biaya pembuatan per satu unit pesawat harus kurang dari US$ 3 juta.
(KARAKTERISTIK UMUM)
*Kru: 1*Panjang: 53 ft 4 in (16,26 m)
*Lebar sayap: 57 ft 6 in (17,53 m)
*Tinggi: 14 ft 8 in (4,47 m)
*Area sayap: 506 ft ² (47,0 m²)
*Airfoil: NACA 6716 akar, NACA 6713 tip
*Berat kosong: £ 24.959 (11,321 kg)
*Berat isi: £ 30.384 (13.782 kg)
*Berat maksimum saat lepas landas: £ 50.000 (23.000 kg)
*Powerplant: 2 × General Electric TF34-GE-100A turbofan, lbf 9.065 (40,32 kN) masing-masing
*Kecepatan maksimum: 381 knot (439 mph, 706 km / h) di permukaan laut, bersihkan
*Kecepatan jelajah: 300 knot (340 mph, 560 km / h)
*Kecepatan minimal: 120 knot (138 mph, 220 km / h)
*Jangkauan tempur:
*Batas langit-langit: 45.000 ft (13.700 m)
*Laju tanjak: 6.000 ft / min (30 m / s)
*Beban sayap: £ 99 / ft ² (482 kg / m²)
*Dorongan / berat: 0,36
Komentar
Posting Komentar